30 April 2009 - 16:056 Tips Membuat Velg Motor Kinclong Kembali

velg6 Tips Membuat Velg Motor Kinclong Kembali

  1. Bersihkan velg dari debu dengan dicuci pakai air. Setelah itu bersihkan lagi menggunakan cairan kimia HCI. “Gunanya untuk merontokkan karat agar tidak nongol lagi,” ujar Andreas.
  2. Setelah itu, bilas pakai sabun dan air agar permukaan kinclong dan lap dengan kain.
  3. Tahap berikutnya, penyemprotan dengan epoxi untuk dijadikan dasar cat dan tunggu sampai kering. Sebaiknya ditunggu sampai satu hari supaya benar-benar kering. Kemudian bagian itu diampelas halus untuk meratakan permukaan epoxi.
  4. Epoxi kering, barulah velg dicat sesuai warna yang diinginkan. Terpenting, sesuai dengan warna stiker yang bakap ditempel di velg.
  5. Keringkan cat seharian dan jangan lupa diampelas ulang untuk melenyapkan bintik-bintik agar stiker bisa menempel dengan baik.
  6. Jika stiker sudah ditempel, ditutup dengan cat pernis sebagai finishing.

Internet Marketing Indonesia

    2 Comments | Tags: Pribadi

    30 April 2009 - 1:51Hakim Bela Siswa nyimpen Foto Bugil !!?

    porn-phoneHakim Bela Siswa nyimpen Foto Bugil !!?

    Seorang hakim menolak permintaan jaksa wilayah Pennsylvania yang menjerat tiga remaja puteri dengan UU Pornografi anak karena kedapatan menyimpan foto syur dalam telepon genggam mereka.

    Hakim Pengadilan Tinggi Pennsylvania, James Munley mengeluarkan surat pembekuan kasus terhadap Jaksa Kejaksaan Negeri Wilayah Wyoming, Pennsylvania, George Skumanick, karena langkah hukumnya itu melanggar kebebasan berpendapat dan hak kepengasuhan orangtua.

    Keputusan hakim ini dikeluarkan setelah Uni Kebebasan Sipil Amerika (ACLU) menuntut Skumanick atas nama ketiga remaja puteri itu dan keluarga mereka.

    “Pengadilan mengabulkan dakwaan bahwa kepentingan umum terlindungi dengan menerbitkan TRO (perintah penangguhan kasus) berkaitan dengan perkara ini karena kepentingan umum merupakan hak-hak konstitusional yang dilindungi,” kata sang hakim dilansir Reuters.

    Kasus ini menarik perhatian nasional dan memunculkan kekhawatiran akan meningkatkan praktik sexting (aktivitas seksual dengan bertukar teks dalam telepon genggam) di kalangan remaja, dalam mana foto-foto telanjang dan semi telanjang dikirimkan lewat telepon genggam atau disebarkan melalui Internet.

    Gambar ketiga remaja puteri yang ditemukan musim gugur lalu oleh para guru Sekolah Negeri Tunkhannock di Pennsylvania, mempertontonkan dua gadis mengenakan kutang, sedangkan satunya lagi berdiri dengan tak mengenakan apa-apa selain handuk yang membalut pinggangnya. Tidak ada satu pun aktivitas seksual dalam gambar itu.

    Namun, orang yang tidak diketahui identitasnya telah menyebarluaskan gambar-gambar ketiga anak gadis ini.

    Bulan lalu Skumanick menceramahi ketiga gadis itu dan 17 siswa lainnya bahwa dia bakal menuntut mereka karena menyimpan atau mendistribusikan pronografi anak yang ia sebut sebagai kejahatan besar. Tuntutan akan dicabut jika para remaja puteri ini setuju masuk dalam program pengawasan sekolah dan mengikuti sebuah program reedukasi.

    Semua remaja puteri itu menyetujui permintaan sang jaksa, namun tiga remaja putri yang kedapatan menyimpan gambar-gambar seronok di telepon genggamnya menolak permintaan itu untuk kemudian menyiapkan gugatan balik terhadap sang jaksa.

    Witold Walczack, Direktur Hukum ACLU cabang Pennsylvania, menyambut baik keputusan hakim Pennsyvania itu.

    “Negeri ini perlu satu diskusi mengenai apakah tuduhan pelaku pornografi anak terhadap anak di bawah umur hanya karena menuruti kata hati atau prilaku kekanakan itu adalah cara yang layak untuk mencegah konsekuensi serius yang dapat muncul dari sexting,” kata Walczack.

    Sebaliknya, Skumanick mengatakan keputusan hakim ini bakal membesarkan hati para terdakwa lainnya untuk memanfaatkan sistem peradilan guna menghindari tuntutan hukum dari negara.

    “Ketakutan terbesar saya adalah membuat preseden yang memungkinkan para kriminal di sistem negara bagian berupaya mencari perlindungan dari sistem peradilan pusat (federal),” kata Skumanick. Saat ditanya apakah akan mengajukan banding, dia menjawab pikir-pikir dahulu.

    Satu survei yang diselenggarakan National Campaign to Prevent Teen and Unplanned Pregnancy musim gugur lalu menunjukkan, 20 persen remaja AS mengaku telah mengirimkan gambar telanjang dan semi telanjang mereka secara online, dan 39 persen lainnya telah mengirimkan pesan-pesan berhasrat seksual.

    Internet Marketing Indonesia

    No Comments | Tags: Internet, Lingkungan, Website

    29 April 2009 - 15:21Ledakan Supernova 1987A

    ledakan-supernova-1987aKamera teleskop ruang angkasa Hubble merekam sebuah supernova atau ledakan bintang yang dikelilingi rangkaian bulatan putih seperti kalung mutiara yang berkilauan. lebih indah lagi karena di kanan kirinya diapit dua bintang terang yang memencar seperti permata.

    Supernova yang diberi nama 1987A tersebut sudah diketahui sejak dua dekade lalu. Namun, bentuknya yang unik tersebut baru terungkap setelah dipotret Hubble pada Desember 2006 lalu.

    Di bagian dalam lingkaran berwarna merah muda mungkin materi yang tertinggal saat ledakan dahsyat terjadi. Sementara bagian yang menyala terang di sekelilingnya merupakan lapisan terluar materi yang dipancarkan bintang saat memasuki masa-masa sekarat.

    Saat bintang kehabisan energi, terjadi ledakan raksasa dan menghasilkan gelombang kejut yang memanaskan bagian terluar materi tersebut. Hal inilah yang membuat lingkaran terluar menyala terang. Uniknya, bagian terluar yang berpendar membentuk bulatan-bulatan mirip mutiara.

    Internet Marketing Indonesia

    No Comments | Tags: Pribadi

    29 April 2009 - 14:37Tubuh Anjing Kloning Bisa Menyala

    tubuh-anjing-kloning-bisa-menyalaPara ilmuwan di Korea Selatan mengklaim telah berhasil mengkloning empat ekor anjing jenis beagle. Uniknya, tubuh keempat anjing tersebut bisa menyala.

    Tubuhnya hanya akan berpendar warna merah jika dipapar sinar ultraviolet. Bagian yang berpendar terutama di kuku dan bagian tubuh yang berkulit tipis seperti perut.

    Profesor Lee Byeoung-chun dari Universitas Nasional Seoul yang memimpin riset kloning ini menyebutnya sebagai anjing transgenik pertama di dunia yang membawa gen fluorescent. Sebelumnya, peneliti AS dan China baru bisa melakukannya pada tikus dan babi.

    “Pencapaian penting dalam riset ini tidak hanya warna merahnya itu, namun gen yang berhasil kami tanam di tubuhnya,” ujar Lee.

    Teknik penyisipan gen yang dapat membuat tubuh berpendar biasanya dimanfaatkan untuk mendeteksi sel-sel kanker dalam rangka mengembangkan terapi pengobatan.

    Tim yang dipimpin Lee menggunakan sel kulit anjing induknya untuk menghasilkan keempat anjing kloning tersebut. Para peneliti menyisipkan gen fluorescent sebelum intil sel tersebut disuntikkan ke dalam sel telur kosong dan ditanam ke rahim anjing angkatnya.

    Anjing-anjing kloning tersebut lahir pada Desember 2007. Awalnya ada 6 ekor anjing kloning yang berhasil lahir dengan selamat, namun dua di antaranya tidak bertahan hidup. Empat lainnya yang sehat diberi nama Ruppy, kependekan dari ruby dan puppy.

    Tulisan ini dibuat untuk mendukung Internet Marketing Indonesia

    Kompas

    1 Comment | Tags: Pribadi

    29 April 2009 - 13:11Sejarah Kali Angke

    kali-angkeBagi kebanyakan para penduduk Jakarta pasti sudah kenal sekali dengan yang namanya Kali Angke. Sebuah kali yang ada di kawasan Glodok Jakarta ini setiap hari pasti langganan macet.

    Sudah menjadi sebuah cerita umum juga bahwa sering terjadi adanya penampakan makhluk makhluk di luar alam manusia di kawasan ini. Entar ini hanya halusinasi atau kenyataan, saya tidak akan menjudge.

    Meskpun demikian sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa di daerah ini pernah terjadi kasus pembantaian yang luar biasa kejam.

    Artikel ini diambil dari alwishahab.wordpress.com

    Masyarakat Cina di Indonesia tidak hanya mengalami saat-saat menyenangkan. Seperti, pada tahun 1740 yang menurut para sejarawan merupakan noda paling hitam di Jakarta. Data kontemporer menyebutkan tidak kurang 10 ribu orang Cina — pria, wanita, lansia sampai bayi yang baru lahir — telah dibantai oleh VOC secara kejam.

    Kasus pembantaian terhadap etnis Cina itu ratusan kali lebih dahsyat dari kerusuhan Mei 1998 di Jakarta dan Solo. Nama Kali Angke (dalam Mandarin berarti Kali Merah) menjadi kenangan bahwa kali yang berdekatan dengan Glodok ini saat itu telah menjadi merah karena darah.

    Peristiwa kekejaman itu dimulai ketika orang-orang Cina yang mencari peruntungan diperkebunan Batavia jumlahnya mencapai 80 ribu orang. Banyak di antara mereka yang bekerja di pabrik-pabrik gula yang masa itu merupakan penghasilan bidang perkebunan terbesar di Jakarta.

    Sayangnya, tiba-tiba harga gula di pasaran internasional menurun drastis akibat membludaknya gula Malabar (India). Pabrik-pabrik gula di Batavia pada bangkrut, sehingga banyak warga Cina yang menjadi penganggur dan gelandangan. Dampaknya, kriminalitas di Batavia meningkat tajam.

    Kemudian, VOC buat peraturan untuk membatasi kedatangan warga Cina. Mereka yang tinggal di Batavia harus memiliki izin tinggal, berusaha atau berdagang. Tapi, bagi para pejabat VOC hal ini dijadikan kesempatan untuk melakukan pungli.

    Belum puas dengan peraturan itu, VOC mengeluarkan peraturan lebih berat. Warga Cina, baik yang sudah memiliki surat izin tinggal maupun belum, tapi tak memiliki pekerjaan, harus ditangkap. Warga Cina terguncang, mereka terpaksa tinggal di rumah-rumah dan menutup toko-toko.

    Ratusan warga yang kena razia diberangkatkan paksa ke Sri Langka yang kala itu merupakan jajahan Belanda. Tapi, kemudian tersiar isu, di tengah perjalanan mereka dilemparkan ke tengah laut. Maka gegerlah warga Cina di Batavia dan sekitarnya.

    Mereka lantas membentuk kelompok-kelompok terdiri dari 50 sampai 100 orang dan mempersenjati diri untuk melawan Belanda. Kemudian pasukan VOC yang tengah menuju Benteng (Tangerang) diserang orang-orang Cina. Pada 8 Oktober 1740 orang-orang Cina yang berada di luar kota Batavia mulai menyerang kota.

    Perlawanan itu menjadi alasan bagi tentara dan pegawai-pegawai VOC untuk melakukan tindakan sewenang-wenang terhadap etnis Cina. Jam malam pun diberlakukan di Batavia. Pada tanggal 10 Oktober 1740, gubernur jenderal Adrian Volckanier mengeluarkan surat perintah: bunuh dan bantai orang-orang Cina.

    Suasana kota sangat kalut. Para prajurit VOC, bahkan kelasi-kelasi yang kapalnya bersandar di Bandar Sunda Kalapa, diminta untuk melakukan pembantaian. Mereka merampok, membakar dan menjarah toko-toko, serta tanpa mengenal malu memperkosa wanita-wanita Cina.

    Begitu biadabnya pembantaian itu, hingga para pasien termasuk bayi-bayi yang berada di RS Cina (kira-kira di depan Stasion KA Beos), juga dibunuh. Orang-orang Cina di penjara bawah tanah di Balaikota (stadhuis) yang berjumlah 500 orang, semuanya juga dibunuh.

    Untuk menggambarkan dasyatnya peristiwa tersebut, Willard A Hanna dalam buku Hikayat Jakarta menulis, ”Tiba-tiba secara tidak terduga, seketika itu juga terdengar jeritan ketakutan bergema di seluruh kota, dan terjadilah pemandangan yang paling memilukan dan perampokan di segala sudut kota.”

    Menurut laporan kontemporer, 10 ribu orang Cina dibunuh, 500 orang luka parah, 700 rumah dirusak dan barang-barang mereka habis dirampok. ”Pendeknya, semua orang Cina, baik bersalah atau tidak, dibantai dalam peristiwa tersebut,” tulis Hanna.

    Ketika peristiwa menakutkan ini terjadi, perkampungan Tionghoa berada kira-kira di sebelah utara Glodok, di Kalibesar. Kemudian VOC membangun perkampungan baru untuk mereka sedikit di luar tembok kota, yang kini dikenal dengan nama Glodok.

    Kala itu, yang menjadi kapiten Cina adalah Nie Hoe Kong. Dia dituduh menjadi aktor intelektual dan dianggap bertanggung jawab dalam peristiwa menyedihkan itu. Dia dijebloskan ke penjara pada 18 Oktober 1740 oleh gubernur jenderal Adrian Valckenier (1737-1741).

    Setelah melalui persidangan yang melelahkan, bertele-tele dan dipolitisir, Nie Hoen Kong divonis 25 tahun penjara dan diasingkan ke Srilangka. Setelah mengajukan keberatan, kapiten Cina ini akhirnya dibuang ke Maluku. Rumahnya, di sekitar Kalibesar, ditembaki dengan meriam, dan ia pun dipenjara selama 5 tahun di benteng Robijn.

    Pada 12 Pebruari 1745 dia diangkut sebagai tawanan ke Maluku disertai beberapa orang keluarganya dengan kapal De Palas. Setelah beberapa lama ditahan di tempat pembuangan, dari hari ke hari kesehatannya makin menurun. Dia meninggal pada 25 Desember 1746 dalam usia muda: 36 tahun.

    Setelah peristiwa pembantaian warga Cina, gubernur jenderal Valckenier digantikan oleh mantan panglimanya, Baron van Imhoff. Kediamannya itu kini dikenal sebagai toko merah. Memang diperkirakan di sekitar tempat itulah terjadi pembantaian di luar perikemanusiaan.

    Kalau bagi masyarakat Cina warna merah berarti kagoembiraan, tapi kali itu merupakan duka nestapa. Karena, mengalirnya ribuan darah korban pembantaian.

    No Comments | Tags: Pribadi, Sejarah