31 January 2009 - 14:37Getting a Merchant Account

Merchant AccountGetting Merchant Account Simpler, Easier and Cheaper

Are you running your online business? Well, if you are running your online business, you will likely need to have excellent support related to your website. You need to hire people who can help you to run your business and also maintain your website.

In fact, it is not online business, but also offline business that needs support. As you might know that customers are king, so you have to try to make them satisfy with the service of your business. One best way to give excellent service is through electronic payment. In order to be able to receive electronic payment, you will need to have an account showing you as a merchant.

If you are looking a way to make an account, you now can count on the web. There are lots of companies offering you possibility to make account online. As you can also find at Merchant-International.com, you can make merchant account simpler, easier and cheaper. At this website you will know that you will receive free terminal gateway and free terminal if you sign up through this website.

Te process you will undergo is only within minutes and you can start receiving electronic payments within 24 hours. By enrolling through thisMerchant Account website, you will be able to accept most leading types of cards such as Visa, Master card, and many more. You will also get full assistance and support from experience and dedicated team.
In addition, this website also provides you with important information related to account.

You can use the information as your ready source. Therefore, if you want to get your account, you just need to apply online through this website.

1 Comment | Tags: Bisnis, Internet, Investasi, Website

9 October 2008 - 15:05Kok Ga Ada Yang Mau Jualin Emasnya Sich?

Setelah kabar buruk dimana IHSG jatuh sampai 10% yang berakibat Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup sampai hari ini, ternyata reaksi masyarakat cukup besar.

Sebenarnya saya ga mau nulis hal-hal yang buruk tentang kondisi sekarang soalnya takutnya hanya membawa aura negatif, oleh karena itu izinkankah saya menulis tentang reaksi akibat berita tersebut saja.

Kemarin siang habis istirahat makan siang saya baca di Detik.com kalau IHSG jatuh sekali. Hal ini kemudian menyebabkan otoritas BEI menutup perdagangan sahamnya.

Nah pulang kerja jam 17.00 ternyata di TV sudah ramai sekali berita tentang bursa ditutup untuk pertama kalinya dalam sejarah tersebut. Apalagi TV One wuih… ga berhenti ngomongin pasar saham tutup doang.

Nah kalau mau bicara investasi, tentu kita berpikir seperti ini. Ketika kondisi ini terjadi dimana sebaiknya kita berinvestasi?

Pasar Saham jatuh, harga crude oil juga jatuh (sudah dibawah $90), Beli dollar? Wah bahaya bos. Reksadana? Sudah pasti jatuh mengikuti jatuhnya harga saham. Nabung deposito? Wah duit Bisa habis dimakan inflasi?

Lah terus invest dimana donk?

Pilihan pertama dan termudah yang dipikirkan tentu saja emas. Ini pemikiran yang wajar kok karena itu investasi yang memang paling baik, setidaknya menurut saya sekarang ini.

Nah seperti yang saya duga bukan yanya saya yang berpikir seperti ini.

Ternyata ketika jam 15.00, hanya 4 jam setelah BEI ditutup, toko-toko emas di Pasar Anyar Tangerang dah ga ada yang mau jual emas murni batangan!

Di lantai 2 pasar anyar yang biasa penuh dengan pedagang emas murni mengatakan “Maaf, emasnya habis” kepada semua orang yang mau beli. Wah yang bener aja, masa toko emas bisa emasnya habis, ga mau jual kale…

Ternyata bener, salah satu toko di lantai dasar, didepan parkiran ada juga bos-nya yang buka mulut.

“Emas sebenarnya ada, tapi kta ga mau jual soalnya harganya kacau. Hampir tiap 5 menit harga emas berubah” ujarnya sambil ngangkat telepon. Kayanya ada harga baru yang masukdan kalau diperhatikan memang banyak sekali orang yang mencari emas murni.

Kenapa ga beli dari kemaren-kemaren? Waktu si Lehman Brothers jatuh dah ada pertanda buat beli emas tuh.

PS: Toko emasnya ga tutup ya, cuman ga mau jual emas murni yang batangan, jadi kalau masih ada yang mau beli perhiasan buat selingkuhan masih bisa kok ;))

1 Comment | Tags: Bisnis, Investasi, Lingkungan, Pribadi

28 September 2008 - 0:48Hore… Blog ku PR 2

Sebenarnya 2 hari terakhir ini hati rada deg deg an, pasalnya situs ini rusak. Tepatnya sih salah konfigurasi kemudian di uninstal olah saya, sebuah kesalahan fatal karena tidak membackup data. But terima kasih banyak atas bantuan teknikalnya dari Oscar – Negohost (Pondok Media) Hosting. Mohon maaf telah nge buzz in YM dari kemarin malam sampai malam ini. Sorry ;-)

Hari ini setelah lihat blog BayuMukti ternyata ada kabar update PR  ya udah langsung ngecek ternyata bener PR blog ku buat ngebahas Internet Marketing Indonesia ini naik dari PR 0 ke PR 2.

Ini tentu suatu kebanggaan tersendiri karena situs yang lain ga ada pengaruh sama sekali. PR 0 tetap PR 0, PR 3 tetap PR 3.

Oleh karena itu saya menghaturkan ucapan terima kasih sekali kepada  semua teman – teman yang telah bersedia berbagi link back sewaktu blog ini masih PR 0. Thanks a lot hiks…

3 Comments | Tags: Bisnis, Internet, Investasi

17 September 2008 - 10:13What is Subprime Mortgage dan Bagaimana Kita Belajar dari Kesalahan Amerika?

2 hari terakhir tentunya bagi Anda pelaku bisnis pasti tahu gonjang ganjing di dunia pasar saham.

Lehman Brothers, bank yang sangat besar dan sangat tua (hampir 150 tahun) bangkrut. Merrill Lynch harus dipaksa menyerahkan diri untuk diakuisisi Bank of America seharga $50 Milyar. Perusahaan Asuransi AIG hampir terkena imbasnya sebelum kemudian ditolong dengan diberi suntikan pinjaman $85 Milyar, setidaknya ga bangkrut sekarang.

Akibat dari berita tidak sedap ini, kemarin index harga saham di berbagai dunia baik di New York, Japan, Australia, England maupun Indonesia terkena dampaknya.

Anda tahu ini semua disebabkan apa?

Selama ini aku pikir ini karena kebijakan Bush yang menyerang Irak sehingga dana Amerika habis untuk perang.

Well, sebagian dari pendapatku benar, tetapi ternyata hanya sebagian kecil saja. Faktor utama yang menyebabkan krisis Internasional ini ternyata semata-mata hanya karena “Gaya Hidup / Life Style” manusia yang tidak disesuaikan dengan kantong. Sangat Ironis…

Saya baru saja mencari penjelasan lebih lanjut tentang Subprime Mortgage ini di Detik.com

Ternyata Subprime Mortgage adalah sebuah jenis loan yang kalau di indonesia dinamakan KPR (Kredit Pemilikan Rumah).

Dah tahu donk KPR, biasanya kalau pengantin muda yang ga mau tinggal di Meruya (Rumah Mertua Indah) pasti sudah berancang – ancang ngambil KPR buat beli rumah.

Nah KPR itu long term loan (Hutang jangka panjang), bayarnya darimana? Tentu aja dari Gaji bulanan Anda. Subprime Mortgage sama seperti KPR, hutang jangka panjang yang harus dibayar dari Gaji.

Masalahnya adalah Subprime Mortgage ternyata adalah kredit bagi orang – orang yang ternyata berada di bawah kualifikasi standar untuk minjem duit.

KPR ini booming di Amerika pada tahun 2005 karena sejak dari tahun 2002 – 2005 bisnis property di Amerika sangat bagus ditambah lagi dengan rendahnya bunga pinjaman. Siapa yang sangka justru itulah yang menyebakan krisis Internasional.

Subprime Mortgage memiliki karakterisik Fixed Rate pada tahun pertama dan Flexible Rate pada tahun selanjutnya. Akibatnya pada tahun pertama para konsumen tidak keberatan karena bunganya yg rendah, tetapi sialnya adalah ketika memasuki tahun ke 2 (2006) pasar property sedang lesu, bunga bank meningkat tajam yang mengakibatkan bunga KPR ikut naik.

Para pengguna KPR yang memang ga punya duit akhirnya ga sanggup untuk melunasi utang kemudian dianggap Gagal Bayar. Dari sinilah semua krisis itu dimulai… Lehman Brothers dan Merrill Lynch adalah salah satu bank yang paling banyak memberikan pinjaman dalam bentuk subprime mortgage, akibatnya uang yang dipinjam ga bisa balik, sementara uang nasabah adalah utang yang harus dibayar, apa ga bangkrut…

Nah apa yang bisa kita pelajari dari semua kejadian ini?

Jujur saja ketika saya mengerti lebih jauh tentang Subprime Mortgage, saya teringat dengan buku Rich Dad Poor Dad yang ditulis oleh Robert T. Kiyosaki. Sebuah buku yang mulai saya baca sekitar 7 tahun yang lalu.

Intinya adalah pengendalian Financial. Jangan terjerumus oleh hutang jangka panjang yang tidak memberikan manfaat apa-apa. Kalau penghasilan tidak cukup untuk mendapatkan suatu barang konsumsi jangan dipaksakan.

kalau gaji ga cukup buat makan di Benton Junction tiap malam minggu ama pacar jangan dipaksa bayar pake kartu kredit!

kalau penghasilan bulanan ga cukup buat ngambil KPR jangan ngambil KPR!

Coba bayangkan kalau Americans itu bisa menahan diri untuk tidak berutang diatas kemampuan, semua ini pasti tidak akan terjadi kan, tapi namanya manusia ingin selalu mengikuti lifestyle.

Jangan berpikir ini hanya bisa terjadi di Amerika, Di seluruh dunia hal ini bisa terjadi karena individu itu sendirilah yang menyebabkan dia kaya atau miskin.

Terus gaji kecil nih gimana caranya beli rumah? Use your brain, jangan jadi budak uang lagi. jadilah uang budak Anda.

Kalau Anda pake kartu kredit Anda buat kredit TV, camera dsb that’s a bad debt. Tapi kalau Anda pake kartu kredit Anda buat beli domain dan hosting lalu Anda kembangkan dan domain + hosting itu memberikan keuntungan that’s a good debt.

Know the difference, that’s the way to Get Rich.

Always remember, There’s a good debt, there’s a bad debt.

Good Debt make You Rich, Bad Debt Make You Poor.

10 Comments | Tags: Bisnis, Investasi, Motivasi, Pribadi