13 September 2008 - 14:00The Mist – Movie Review
Hari sabtu karena lagi ga ada kerjaan (lagi malas kerja) nunggu waktu pulang kantor ;)) update blog aja deh…
kita isi dengan berita ringan aja deh ya, kebanyakan mikir teknik nyari duit tar bisa stress lama – lama…
Sudah pada nonton The Mist? Sebuah film yang diambil dari novel keluaran Stephen king yang dijuluki “The king of Horror”
Sempat nonton beberapa waktu yg lalu di summarecon studio XXI.
kisah dimulai dengan adanya badai yg menyerang kota kecil (downtown) isitilahnya. Kemudian si tokoh utamanya bersama dengan anaknya berbelanja di supermarket untuk membeli peralatan perbaikan rumah.
Sewaktu di supermarket tiba – tiba ada seorang pria tua yang lari keluar dari kabut sambil berlumuran darah dengan mengatakan “There’s Something on The Mist” berlari masuk ke supermarket.
Orang-orang di supermarket pun segera menutup pintu dan kabut menutupi seluruh kota.
Ternyata ddidalam kabut tersebut terdapat makhluk – makhluk aneh yang bisa memangsa manusia.
Tidak seperti cerita pada umumnya dimana makhluk – makhluk itu adalah kegagalan genetik para ilmuwan,
belakangan diketahui kalau makhluk tersebut berasal dari dimensi lain yang pintunya di buka oleh para ilmuwan militer.
Film ini sebenarnya tidak serem seperti film hantu, tetapi lebih kepada cerita psikologi. kalau mau jujur saja saya paling takut kalau nonton film hantu, tetapi nonton The Mist saya malah malah merasa senang.
The Mist menggambarkan dengan jelas bagaimana secara psikologi manusia itu lemah. Seorang yang wajar, beradab, berbudaya sekalipun jika dihadapkan pada situasi dimana tidak ada rasa aman, kematian menanti, kematian, dsb dapat membuat manusia menjadi kehilanagan akal dan pikirannya dan melalukan hal yang tidak mungkin dilakukan oleh manusia beradab.
Satu hal yang aku ga suka adalah endingnya. Sangat depressing. Film diakhiri dengan si tokoh utama membawa anak nya beserta 3 orang lainnya berkeliling kota sampai bensinnya habis. Setelah mobil berhenti dan disekelilin masih di tutupi asap suara monster semakin dekat.
Keputusan paling gila yang mereka lakukan adalah semua dari mereka (kecuali anaknya karena sedang tidur) setuju untuk bunuh diri. Ada 5 orang di mobil tersebut, sedangan peluru tersisa 4. Si tokoh utama kemudan membunuh anaknya sendiri, 3 orang lainnya dan keluar dari mobil untuk dimakan.
Akan tetapi bukan monster yang datang tapi malah tentara militer yg datang untuk membantu. Bayangkan jika mereka bersabar 10 menit lagi mereka akan tertolong… The End…
Karena ending yg sangat depress itu aku segera meminta petunjuk dari mbah google tentang ending di novel, ternyata ending di novel berbeda dengan ending di film.
Di novel setelah mereka naik ke mobil dan menelusuri kota berkabut mereka mendengar suara di radio. Semangat mereka pun bangkit dan mereka pun meneruskan perjalanan… The End…
Wah emang cerita itu ga ada happy ending…
1 Comment | Tags: Movie Review, Pribadi
29 Jun 2009 - 10:31
yaps, endingnya aneh…
mungkin niatnya mu buat ending yang beda dari biasanya, tapi menurut saya itu keterlaluan (subjective mode: on), masa klo kita dah niat untuk berusaha menyelamatkan diri akhirnya jadi tragis banget…jadi maksudnya apa yah? mungkin kita gak boleh usaha buat cari jalan keluar, kita cuma harus nunggu ajah…hmmm one from millions possibilities..