17 September 2008 - 10:13What is Subprime Mortgage dan Bagaimana Kita Belajar dari Kesalahan Amerika?

2 hari terakhir tentunya bagi Anda pelaku bisnis pasti tahu gonjang ganjing di dunia pasar saham.

Lehman Brothers, bank yang sangat besar dan sangat tua (hampir 150 tahun) bangkrut. Merrill Lynch harus dipaksa menyerahkan diri untuk diakuisisi Bank of America seharga $50 Milyar. Perusahaan Asuransi AIG hampir terkena imbasnya sebelum kemudian ditolong dengan diberi suntikan pinjaman $85 Milyar, setidaknya ga bangkrut sekarang.

Akibat dari berita tidak sedap ini, kemarin index harga saham di berbagai dunia baik di New York, Japan, Australia, England maupun Indonesia terkena dampaknya.

Anda tahu ini semua disebabkan apa?

Selama ini aku pikir ini karena kebijakan Bush yang menyerang Irak sehingga dana Amerika habis untuk perang.

Well, sebagian dari pendapatku benar, tetapi ternyata hanya sebagian kecil saja. Faktor utama yang menyebabkan krisis Internasional ini ternyata semata-mata hanya karena “Gaya Hidup / Life Style” manusia yang tidak disesuaikan dengan kantong. Sangat Ironis…

Saya baru saja mencari penjelasan lebih lanjut tentang Subprime Mortgage ini di Detik.com

Ternyata Subprime Mortgage adalah sebuah jenis loan yang kalau di indonesia dinamakan KPR (Kredit Pemilikan Rumah).

Dah tahu donk KPR, biasanya kalau pengantin muda yang ga mau tinggal di Meruya (Rumah Mertua Indah) pasti sudah berancang – ancang ngambil KPR buat beli rumah.

Nah KPR itu long term loan (Hutang jangka panjang), bayarnya darimana? Tentu aja dari Gaji bulanan Anda. Subprime Mortgage sama seperti KPR, hutang jangka panjang yang harus dibayar dari Gaji.

Masalahnya adalah Subprime Mortgage ternyata adalah kredit bagi orang – orang yang ternyata berada di bawah kualifikasi standar untuk minjem duit.

KPR ini booming di Amerika pada tahun 2005 karena sejak dari tahun 2002 – 2005 bisnis property di Amerika sangat bagus ditambah lagi dengan rendahnya bunga pinjaman. Siapa yang sangka justru itulah yang menyebakan krisis Internasional.

Subprime Mortgage memiliki karakterisik Fixed Rate pada tahun pertama dan Flexible Rate pada tahun selanjutnya. Akibatnya pada tahun pertama para konsumen tidak keberatan karena bunganya yg rendah, tetapi sialnya adalah ketika memasuki tahun ke 2 (2006) pasar property sedang lesu, bunga bank meningkat tajam yang mengakibatkan bunga KPR ikut naik.

Para pengguna KPR yang memang ga punya duit akhirnya ga sanggup untuk melunasi utang kemudian dianggap Gagal Bayar. Dari sinilah semua krisis itu dimulai… Lehman Brothers dan Merrill Lynch adalah salah satu bank yang paling banyak memberikan pinjaman dalam bentuk subprime mortgage, akibatnya uang yang dipinjam ga bisa balik, sementara uang nasabah adalah utang yang harus dibayar, apa ga bangkrut…

Nah apa yang bisa kita pelajari dari semua kejadian ini?

Jujur saja ketika saya mengerti lebih jauh tentang Subprime Mortgage, saya teringat dengan buku Rich Dad Poor Dad yang ditulis oleh Robert T. Kiyosaki. Sebuah buku yang mulai saya baca sekitar 7 tahun yang lalu.

Intinya adalah pengendalian Financial. Jangan terjerumus oleh hutang jangka panjang yang tidak memberikan manfaat apa-apa. Kalau penghasilan tidak cukup untuk mendapatkan suatu barang konsumsi jangan dipaksakan.

kalau gaji ga cukup buat makan di Benton Junction tiap malam minggu ama pacar jangan dipaksa bayar pake kartu kredit!

kalau penghasilan bulanan ga cukup buat ngambil KPR jangan ngambil KPR!

Coba bayangkan kalau Americans itu bisa menahan diri untuk tidak berutang diatas kemampuan, semua ini pasti tidak akan terjadi kan, tapi namanya manusia ingin selalu mengikuti lifestyle.

Jangan berpikir ini hanya bisa terjadi di Amerika, Di seluruh dunia hal ini bisa terjadi karena individu itu sendirilah yang menyebabkan dia kaya atau miskin.

Terus gaji kecil nih gimana caranya beli rumah? Use your brain, jangan jadi budak uang lagi. jadilah uang budak Anda.

Kalau Anda pake kartu kredit Anda buat kredit TV, camera dsb that’s a bad debt. Tapi kalau Anda pake kartu kredit Anda buat beli domain dan hosting lalu Anda kembangkan dan domain + hosting itu memberikan keuntungan that’s a good debt.

Know the difference, that’s the way to Get Rich.

Always remember, There’s a good debt, there’s a bad debt.

Good Debt make You Rich, Bad Debt Make You Poor.

10 Comments | Tags: Bisnis, Investasi, Motivasi, Pribadi

Comments:

  1. really nice article, baru ngeh deh, penggambarannya runtut banget. :-D

    berarti kalo ngambil KPR ga baik donk mas? misal kemampuannya ya baru segitu trus piye? wah susah juga yah mengerti cara mengendalikan keuangan yang baik

  2. @Yudi,
    ngambil KPR bukannya ga baik, baik kalau kita sanggup bayar. Orang amrik itu kan ga punya duit, tapi ngambil utang itu yg jadi masalah.

    Kalau ga punya duit gimana? ya ikutilah jejak Yudi jadi Netpreneur sukses ;))

  3. kereen.. mas Sugi mestinya bikin ebook, dengan gaya bahasa yang seperti itu pasti laku..

  4. @aziz
    Ga tau apa yg musti di tulis mas aziz ;))

  5. He he he.. relevan banget sama unit link asuransiku yang melorot

  6. @Cakwid
    Bos main reksadana ya?

  7. @Sugi
    Kemarin ikut asuransi unit link Prudential , mirip Reksadana tapi digabung asuransi jiwa dan kesehatan.

    Tapi sekarang sudah aku tutup asuransi unit link tersebut, karena setelah tahu hitungan detailnya, ternyata jauh lebih menguntungkan ikut asuransi murni dan beli reksadana secara terpisah daripada mengikuti asuransi unit link.

    Untuk reksadana sendiri lagi cari-cari informasi nih, nunggu titik terendah trus mau beli.

  8. [...] What is Subprime Mortgage dan Bagaimana Kita Belajar dari Kesalahan Amerika? [...]

  9. [...] Krisis keuangan di Amerika sudah meluas efeknya ke seluruh dunia menjadi krisis keuangan global. Negara-negara Asia termasuk Indonesia pun merasakan dampak dari krisis keuangan global. [...]

  10. Ooo gitu toh….

Add a Comment